Gaya

Biografi Sandy Sandoro & Aksi Penyanyi Jazz Cewek No 1 Ini

Dari Indonesia Sampai Keliling Dunia, Sandhy Sondoro Nggak Ada MatinyaDari Indonesia Sampai Keliling Dunia, Sandhy Sondoro Nggak Ada MatinyaJangan ngaku pecinta musik jazz Indonesia deh kalau lo nggak tau Sandhy, orang di dunia internasional aja pada kagum sama doi! Bersama daftar penyanyi jazz Indonesia terbaik lainnya yaitu Glen Fredly dan Tompi, Sandhy mendirikan group yang bernama Trio Lestari. Udah bisa ketebak dong aliran musik mereka apa? Sandhy malah lebih tenar duluan di dunia internasional dibandingkan di Indonesia sendiri.

Kok bisa ya? Oke, kali ini dikupas dari MLD SPOT, MLD Spot akan ceritain dari A-Z tentang Sandhy Sondoro yang lo perlu tau.

Biografi Sandy Sandoro

Nama aslinya sih Sandhy Soendoro, dibaca di Indonesia “sundoro”. Tapi berhubung Sandhy lebih lama tinggal di luar yang membuat orang-orang luar sulit melafalkan namanya, akhirnya dia mengganti namanya menjadi Sandhy Sondoro atau lebih sering ditulis SonDoro. Sandhy lahir tanggal 12 Desember 1973 di Jakarta, sebagai anak laki-laki dari Bapaknya yang bernama Ahmad Fauzan dan Ibunya Rr. Rika Pudjihastuti. Orang tua Sandhy adalah penikmat musik pop amerika, jazz, folk, dan blues. Keluarga besar Sandhy juga memang sadar musik. Lo pernah denger penyanyi jaman dulu yang namanya Ira Maya Sopha? Doi adalah kakak sepupu Sandhy. Selepas Sandhy lulus SMA, Sandhy hijrah ke Eropa untuk melanjutkan studi sarjananya. Sandhy diterima di FH Biberach an der Rib di jurusan arsitektur interior. Awalnya Sandhy masih mendapatkan support biaya dari orang tuanya, namun lama kelamaan Sandhy harus mencari uang sendiri untuk membiayai tidak hanya kuliahnya tapi juga hidupnya sendiri.

Karir Sandy Sandoro

Pekerjaan apapun ditekuni oleh Sandhy seperti tukang cuci piring, tukang parkir, tukang koran, dan lain-lain. Keren nggak doi menurut lo? Apa aja dilakuin buat bertahan hidup, realistis nggak mikir gengsi. Meskipun kerjaan kayak gini cukup buat menghidupi dirinya, Sandhy merasa belum puas, karena keinginannya bermain musik dan bernyanyi belum tersalurkan. Akhirnya Sandhy pun menjadi pengamen jalanan.Semakin banyaknya fans Sandhy akhirnya menaikkan pamornya dan berhasil dipercayai untuk menjadi penyanyi di café dan bar di Jerman. Lagu ciptaan Sandhy yang berjudul Down on the Streets menjadi populer di sana, membuatnya diundang seperti di festival terkenal Bode Museum Island Festival dan teater terkenal seperti House of World Cultures di Berlin.

Sandhy pun mulai diakui dalam daftar penyanyi jazz Indonesia terbaik sejak penampilannya di konser amal Indian Ocean Earthquake and Tsunami dengan title Berlin for Asia. Sandhy akhirnya mendapat rekognisi yang lebih luas semenjak dia mengikuti Indonesian Idol versi jerman, di sana namanya SSDSDSSWEMUGABRTLAD. Bisa nggak lo nyebutnya? Stefan sucht den Superstar, der singen soll, was er möchte, und gerne auch bei RTL auftreten darf adalah kepanjangan dari acara itu. Entah artinya apa mending lo searching sendiri. Sandhy tampil di situ tahun 2007 dan sukses mencuri hati nggak hanya masyarakat Jerman, tapi juga Eropa. Jadilah di tahun 2008 bulan April, doi ngeluarin album yang berjudul Why Don’t We, yang mana dalam pembuatan album ini ada lagu “Malam Biru” dalam Bahasa Indonesia.

Nggak butuh waktu lama menunggu album Sandhy laris manis di pasaran, bahkan di Indonesia single Malam Biru selalu menempati puncak tangga lagu waktu itu. Di tahun berikutnya 2009, Sandhy mengikuti New Wave, acara Kontes Internasional Penyanyi Pop Muda ke delapan yang diselenggarakan di Jurmala, Latvia. Seorang produser musik bernama Brandon Stone lah yang mensupport Sandhy untuk mengikuti kontes yang diikuti oleh 16 penyanyi dari 12 negara ini. Sandhy satu-satunya peserta dari ASEAN. Juri kontes ini seperti Stevie Wonder (siapa sih yang nggak tau doi), Lisa Stansfield, Robin Gibb, dan nama-nama besar lainnya berhasil terpukau oleh penampilan Sandhy yang nggak disangka-sangka keren abis.

Persaingan Sandhy di kontes ini cukup ketat, sehingga dia dan satu kontestan lainnya, cewek bernama Jamala meraih skor yang perfect. Jadi mereka ditetapkan sebagai pemenang dengan hadiah sebesar 700 juta per orang. Di tahun 2010, bahkan Sandhy diundang ke PBS di Palladium Theatre oleh Diane Warren untuk tampil bersama musisi internasional lainnya kayak Celine Dion, Toni Braxton, Patti Austin, Eric Benet, dan lain-lain. Kalau udah gini, jangankan daftar penyanyi jazz Indonesia terbaik, daftar penyanyi jazz terbaik di dunia juga mungkin Sandhy bisa tembus!

Semenjak kemenangan Sandhy dan penampilannya di New Wave yang diunggah ke YouTube, Sandhy semakin terkenal di Indonesia. Sandhy sih bilang doi berharap bahwa doi bisa diterima di Indonesia. Bahkan sebelum mengikuti New Wave, Sandhy di tahun 2009 udah mengeluarkan album Jazz in The City with Sandhy SonDoro dan menawarkannya ke pasar Indonesia, sayang waktu itu belum ada produser indo yang ngelirik. Sekarang nyesal nggak lo kalau jadi produser yang menolak?Selain Album, Sandhy juga banyak prestasi nih. Di 2011 lalu Sandhy dianugerahi sebagai Pendatang Baru Pria Terbaik, Artis Solo Pria Terbaik, Artis Penampil Jazz Terbaik, dan Produser Jazz Terbaik. 4 penghargaan sekaligus dari AMI Awards! Selain itu di acara SSDSDSSWEMUGABRTLAD dulu juga doi masuk 5 besar!

Sandhy juga dapat Satya Lencana Karya dari KBRI Berlin di 2008 sebagai Supporting Musician, dan sebagai Braunschweig Featured Artist di City Jazz Night 2009. Kalau Sandhy aja nggak ada matinya di kancah internasional, kita sebagai penikmat musik jazz Indonesia harus menunjukkan apresiasi buat Sandhy, setuju?Khususnya beberapa penyanyi jazz wanita favorit Indonesia yang memang memiliki suara yang sangat berkarakter. Lalu sebagai seorang penggemar musik Jazz tentunya Anda harus tahu dengan para wanita favorit tersebut, penasaran siapakah mereka? Kalau begitu langsung saja Anda simak ulasan berikut ini:

Inilah Para Penyanyi Jazz Wanita Favorit Indonesia

1. Andien

Terkenal dengan karakter suaranya bulat namun tetap merdu dan ceria, Andien nampaknya memang pantas disebut-sebut sebagai salah satu penyanyi Jazz paling favorit di Indonesia. Andien yang bernama asli Andinie Aisyah Haryadi ini lahir pada tahun 1985 di Jakarta. Pada usianya yang masih sangat kecil, yaitu sekitar usia 8 tahun, Andien ‘kecil’ sudah mulai menunjukkan minat dan bakatnya dalam seni musik.

Kala itu andien sudah mengikuti beberapa festival musik yang ada di wilayah Jakarta. Tak jarang pula Andien berhasil keluar sebagai juaranya. Ya, Andien ‘kecil’ memang sudah memiliki suara yang sangat merdu. Dengan melihat bakat tersebut, orang tua Andien pun memutuskan untuk mendaftarkannya ke salah satu sekolah musik yang ada di Jakarta. Semenjak saat itulah bakat Andien terus terasah hingga seperti yang saat ini kita kenal.

Andien juga sudah beberapa kali mendapatkan berbagai penghargaan dalam bidang musik, baik secara nasional maupun internasional. Seperti pada tahun 2001 dimana Andien berhasil mendapat Award dalam kategori Penyanyi Pendatang Baru Wanita Terbaik yang saat itu diadakan di Singapura. Bahkan tidak hanya itu, pada tahun sebelumnya pun, yaitu pada tahun 2000 Andien juga telah berhasil menjadi penyanyi Jazz terbaik AMI Awards.

Jadi, tidak perlu ada keraguan lagi untuk mengatakan bahwa Andien memang pantas menyandang predikat sebagai salah satu penyanyi Jazz wanita terbaik di Indonesia. Terlebih dengan beberapa penghargaan yang telah diterimanya, Andien pun semakin memantapkan karirnya dalam industri musik Indonesia.

2. Dira Sugandi

Siapa yang tidak kenal dengan sosok Dira Sugandi? Bagi para penikmat musik Jazz Indonesia tentu sudah tidak asing lagi dengan nama tersebut. Ya, Dira Sugandi merupakan salah satu penyanyi Jazz dari Indonesia yang sangat berbakat. Wanita kelahiran tahun 1979 ini memang sudah sangat dekat dengan bidang musik sejak kecil sehingga tak heran jika darah seni sudah mengalir dalam tubuhnya.

Bahkan, kemampuan Dira Sugandi dalam bernyanyi juga sudah diakui oleh dunia internasional. Hal ini terbukti ketika pada tahun 2005 yang lalu berkesempatan untuk berdua dengan seorang penyanyi internasional, yaitu Keith Martin. Lalu tidak hanya berhenti sampai disitu, prestasi Dira Sugandi juga kembali mencuat kala waktu itu pada tahun 2009 ia berkesempatan untuk bernyanyi bersama dengan Jason Mraz pada pagelaran musik Java Jazz Festival.

Selain itu, Dira Sugandi juga telah sukses menelurkan albumnya pada tahun 2010 yang bertajuk ‘Something About the Girl’. Lalu, kini pada tahun 2017 pun Dira Sugandi kembali mengeluarkan albumnya dengan dua buah lagu yaitu ‘Pelangi’ dan ‘Langit. Jadi, buat kalian yang mengaku penggemar musik Jazz, sepertinya sangat wajib untuk segera memiliki album teranyar dari Dira Sugandi ini.

3. Citra Scholastika

Sebagai seorang penyanyi jebolan kompetisi ajang pencarian bakat musik di Indonesia, Citra Scholastika benar-benar telah berhasil menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu penyanyi Jazz terbaik di Indonesia. Walaupun kala itu saat masih berada di kompetisi ajang pencarian bakat Citra sempat dinyatakan gagal, namun dengan kualitasnya sebagai seorang penyanyi Citra telah berhasil membuat para juri dari kompetisi tersebut kembali memanggilnya.

Hingga akhirnya pada saat musim kompetisi berakhir, Citra Scholastika pun keluar sebagai juara 1 dari kompetisi tersebut. Pencapaian besarnya ini tentu tidaklah instan, melainkan telah melalui proses yang amat panang. Citra sendiri sudah mengenal dunia musik sejak masih kecil, tepatnya sejak usia 4 tahun. Ya, kala itu Citra sudah mengikuti lomba menyanyi di suatu gereja dan sejak saat itu pula ia terus mengasah kemampuannya dalam bernyanyi. Dengan karakter suara khas yang dimilikinya, tak heran jika Citra selalu mampu membawakan lagu-lagu Jazz dengan sangat apik.

4. Raisa

Penyanyi yang sedang naik daun saat ini, ialah Raisa Andriana. Wanita muda yang lahir pada tahun 1990 ini telah menjelma menjadi salah seorang penyanyi Jazz terbaik di Indonesia. Dengan wajah yang cantik dan suara yang khas, Raisa berhasil memikat banyak sekali penikmat musik di tanah air.

 

Categories: Gaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>